Publikasi

B-SOS (BLINK SOLAR SYSTEM) BASED MOTOR SPEED AND
BRAILLE SEBAGAI SOLUSI MEDIA PEMBELAJARAN TATA SURYA
BAGI ANAK TUNANETRA DI SLB NEGERI A KOTA BANDUNG
(Halimah Tussaddiah, Renaldi Pratama, Amelia Maulidiyanti)
(Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung)
tussaddiah@student.upi.edu

ABSTRAK

Tunanetra adalah seseorang yang memiliki hambatan penglihatan baik secara total (totally blind) ataupun sebagian (low vision). Kondisi tersebut berdampak terhadap proses pembelajarannya. Salah satu prinsip pembelajaran mereka bersifatkonkrit yang bearti benda yang asli atau model benda yang dikenal dengan media pembelajaran. Selain itu, mereka juga harus melakukan dalam artian terlibat langsung terhadap apa yang diterimanya. Berdasarkan observasi bahwa media pembelajaran di sekolah khususnya di SLB Negeri A Kota Bandung sangat terbatas. Hal ini membuat peserta didik Tunanetra tidak bisa memahami konten dari materi belajar yang hanya disampaikan secara ceramah. Oleh sebab itu, penulis berinisiatif memberikan sebuah gagasan tentang B-SOS (Blink Solar System) based Motor Speed sand Braille sebagai media pembelajaran tata surya. Media ini memanfaatkan motor DC sebagai penggerak utamanya yang nanti berfungsi sebagai penggerak planet-planet dalam sistem tata surya. Setiap konten pada media diberi keterangan dengan tulisan awas dan braille. Selain itu, media dilengkapi dengan modul yang berisikan tentang cara penggunaannya baik versi awas ataupun barille. Gagasan ini disesuaikan dengan konten materi tentang tata surya pada kelas IX di sekolah. Diharapkan gagasan ini dapat memberikan pemahaman konsep yang utuh bagi MDVI dalam memahami pelajaran tata surya. Adapun kelebihan media adalah dapat digunakan bagi seluruh peserta didik, belajar menjadi efektif, menyenangkan, dan bermakna. Selain itu, media bisa digunakan secara mandiri oleh peserta didik dan guru yang mengajar dengan menggunakan media tersebut bisa guru tunanetra ataupun nontunanetra.

Kata kunci: Anak Tunanetra, konkrit, media tata surya

Download pdf  

 

 

 

Pislum Food; Olahan Pisang yang Menyehatkan dan Menyenangkan
“Up Your Mood”

(Heni Nurhaeni,Sigit Agung Mardani, Muhamad Rafi Anggara)     

(Universitas Pendidikan Indonesia)

Pisang (Musa parasidiaca) adalah salah satu komoditas buah unggulan di  Indonesia. Hal ini mengacu pada besarnya luas panen dan produksi pisang yang selalu menempati posisi pertama. Selain besarnya luas panen dan produksi pisang, Indonesia juga merupakan salah satu sentra primer keragaman pisang. Lebih dari 200 jenis pisang terdapat di Indonesia, yang memberikan peluang untuk pemanfaatan dan komersialisasi pisang sesuai kebutuhan konsumen (Departemen Pertanian, 2005). Berdasarkan Angka Tetap (ATAP) tahun 2013 produksi pisang mencapai 6,28 juta ton. Untuk wilayah Asia, Indonesia termasuk penghasil pisang terbesar karena 50% produksi pisang Asia dihasilkan oleh Indonesia (Departemen Pertanian, 2014).
Dewasa ini bisnis kuliner merupakan bidang bisnis yang cukup menjanjikan. Bagaimana tidak, setiap orang membutuhkan makanan, setiap orang tidak henti memburu makanan, baik ringan maupun berat, manis atau pun asin,dsb. Terutama makanan yang menurut mereka adalah baru, unik dan pastinya nikmat. Olahan buah pisang merupakan salah satu kuliner yang kini banyak digandrungi oleh pecinta dan pemburu kuliner. Banyak sekali bisnis kuliner yang menjadikan pisang sebagai bahan dasarnya. Pisang diolah menjadi berbagai macam olahan yang unik dan nikmat. Pisang merupakan buah yang kaya akan manfaat, seperti menjaga kesehatan badan, melancarkan pencernaan, menghaluskan kulit, dipercaya dapat meningkatkan mood dan masih banyak manfaat lainnya. Oleh karena itu bisnis kuliner buah pisang merupakan bisnis yang cukup menjanjikan dan tak hanya memberikan manfaat bagi pebisnisnya namun juga bagi konsumen tentunya. Dalam hal ini kami akan mengolah buah pisang hingga menjadi sebuah makanan yang nikmat, menyehatkan dan dapat membangkitkan mood konsumen. Dengan support lingkungan/tempat yang menarik, cita rasa yang lezat dan harga yang sesuai, kami akan menyajikan produk-produk makanan khas di Pislum Food dan menjadi pionir makanan inovasi buah pisang.

 

Download Pdf 

 

EGGROBON (EGG ROLL REBON)SEBAGAI ALTERNATIF JAJANAN SEHAT

(Nadia Amira, Ainiyah Yan Afifah,Anis Islamiyah)

(Universitas Pendidikan Indonesia)

          Eggrobon merupakan modifikasi dari produk makanan egg roll yang dikombinasikan dengan udang rebon kering. Egg roll sendiri merupakan produk makanan kue kering yang terkenal di Indonesia dengan sebutan kue semprong. Kue semprong atau egg roll merupakan wafel tradisional perpaduan dari Belanda dan Indonesia yang terbuat dari adonan telur dan menggunakan cetakan besi. Eggrobon merupakan produk makanan baru yang terbuat dari adonan telur, tepung, udang rebon kering serta komposisi adonan lainnya yang terkandung dalam Eggrobon. Inovasi pembuatan Eggrobon ini berasal dari Kota Cirebon yang terkenal dengan udang rebonnya, namun banyak olahan rebon yang hanya dibuat sebagai terasi, pakan udang, dan kerupuk. Maka, tujuan dari dibuat Eggrobon adalah untuk meningkatkan nilai ekonomis dari udang rebon serta menyediakan egg roll yang bernilai gizi tinggi dengan menggunakan bahan olahan dasar seafood yaitu udang rebon kering. Pembuatan egg roll dengan rebon kering ini yaitu untuk dapat dijadikan makanan khas Kota Cirebon sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan, meningkatkan perekonomian Kota Cirebon dan memperoleh profit. Perubahan trend dan gaya hidup di kota besar, mengakibatkan masyarakat saat ini lebih senang mengkonsumsi produk makanan western serta makanan yang sedang trend dikalangan masyarakat tanpa melihat kandungan gizi yang terkandung dalam makanan tersebut. Melihat situasi tersebut “Eggrobon” hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan memfokuskan diri pada bidang kuliner yaitu menyediakan makanan kering yang bergizi serta memiliki sensasi makanan western dengan sentuhan rasa tradisional khas Kota Cirebon. Kemudian, strategi alternatif yang diguanakan dalam pemasaran Eggrobon yaitu dengan menggunakan strategi pemasaran offline dengan menjual produk secara langsung dan strategi pemasaran online melalui E-Commerce.

Download Pdf 

 

NONFORMAL EDUCATION BASED ON THE SHIP: SOLUSI UNTUK
PEMERATAAN DAN PENYETARAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
Tri Mairah Pangestuti Eka Sulistyaningsih
Departemen Pendidikan Masyarakat, Universitas Pendidikan Indonesia

ABSTRAK

Menurut Badan Pembinaan Hukun Nasional luas wilayah Indonesia totalnya 7,81 juta km persegi yang terdiri dari 2,01 juta km persegi daratan, 3,25 juta km persegi lautan dan 2,55 juta km Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Hal tersebut membuat keragaman geografis wilayah di Indonesia dan menimbulkan permasalahan, salah satunya adalah permasalahan akses pemerataan dan penyetaraan pendidikan di pulau terpencil. Di pulau terpencil di Indonesia, banyak bangunan sekolah dan fasilitas pendidikan yang tidak memadai, jumlah sekolah terbatas tenaga pendidik masih terpusat dikota. Solusi yang kami tawarkan adalah Nonformal Education Based On The Ship untuk pemerataan dan penyetaraan pendidikan di Indonesia khususnya di wilayah kepulauan terpencil dengan menggunakan kapal sebagai fasilitas kegiatan pembelajaran. Nonformal Education Based On The Ship menerapkan pendidikan nonformal dengan program pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kesetaraan seperti Paket A, B, dan C, pendidikan keaksaraan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, layanan bimbingan dan konseling, parenting bagi ibu-ibu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Nonformal Education Based On The Ship diharapkan dapat menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk membantu program pemerataan dan penyetaraan pendidikan di Indonesia, selain dapat diterapkan di pulau terpencil, Nonformal Education Based On The Ship dapat diterapkan di wilayah perairan yang dapat dijangkau oleh kapal seperti di sungai dan danau. Nonformal Education Based On The Ship diharapkan juga dapat menjadi sarana penyebaran tenaga pendidik professional agar dapat mengajar secara merata di seluruh wilayah di Indonesia, sarana penyebaran media pembelajaran seperti buku, menjadi sarana untuk mengembangkan pendidikan nonformal di Indonesia sehingga pendidikan berkualitas dan komprehensif dapat dijangkau seluruh pelosok Indonesia.

Kata kunci: Nonformal Education On The Ship, Pemertaan, Penyetaraan,Pendidikan, Solusi

Download Pdf

 

 

AGRIVERS (AGRO RIVER SYSTEM) : Sebuah Solusi Jangka
Panjang Untuk Pertanian Berkelanjutan di Indonesia

Firdaus Aulia Rahman, Agri Triya Nugraha, Tri Mairah Pangestuti,
Universitas Pendidikan Indonesia

ABSTRAK

          Pangan merupakan kebutuhan paling mendasar dari suatu bangsa.  Banyak negara dengan sumber ekonomi cukup tetapi mengalami kehancuran karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduknya. Di Indonesia jumlah penduduk per Juni tahun 2017 mencapai 257 juta jiwa. Hal ini menimbulkan beberapa permasalahan, seperti kebutuhan pangan nasional. Menurut Deputi Pencegahan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), Pahala Nainggolan, 60.000 hektare (ha) sawah telah beralih fungsi sehingga mempersulit untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui pembuatan lahan pertanian baru dan impor beras, tetapi pembuatan lahan pertanian baru ternyata menyebabkan deforestasi dari tahun 1990-2006 sebesar 1,09 juta dan kebijakan impor beras membuat Indonesia kehilangan devisa hingga mencapai 5,83 miliar dollar AS. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti masalah tingginya impor pangan di Indonesia. Padahal Indonesia dikenal sebagai negara agraris atau negara pertanian. Namun, kebutuhan pangan masyarakat masih didatangkan dari luar negeri. Untuk mengatasi permasalahan kebutuhan pangan nasional solusi yang kami tawarkan adalah AGRIVERS (Agro River System): Sebuah Solusi Untuk Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Indonesia. AGRIVERS (Agro River System) merupakan sistem aquakultur dimana dalam sebuah karamba terdapat dua komoditas yang dibudidayakan yaitu berupa komoditas ikan dan tanaman pangan. Penulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis ikan dan tanaman padi yang akan dibudidayakan merupakan jenis yang mampu bertahan di wilayah perairan sungai. Nutrisi yang diberikan kepada ikan berasal dari pakan ikan sedangkan nutrisi untuk tanaman padi menggunakan pupuk organik cair, atau sisa pakan dari ikan. AGRIVERS diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan air payau menjadi lahan pertanian dan dapat mengurangi laju deforestasi serta mewujudkan ketahanan pangan nasional. Hal ini mendukung program Sustainable Development Goals 2015-2030 yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kata Kunci:, Deforestasi, Lahan, Impor, Pangan.

Download Pdf